I always think of you when it’s too late, when everything is upside down.
You never let me go, you wait patiently.
Sometimes I think that I will never learn.
Sometimes I think that you should just throw me away.
Just let me go and let me fall apart.
You’re always holding on, you never put me down.
And when I can’t go on, you’re still right there to hold my hand….
Aku yang menuai luka
Dia yang membuatku buta
Dia yang pergi dengan murkaAku yang selalu terjebak pilihan
Aku yang selalu terkalahkan
Dia yang selalu membuat pilihan
Dia yang selalu ingin dimenangkanAku yang tak pernah tegas
Aku yang tak pernah memelas
Dia yang tak pernah lugas
Dia yang tak pernah ikhlasAku yang memang egois
Aku yang memang sinis
Dia yang memang melankolis
Dia yang memang meringisAku dan dia, sejuta cerita
Aku dan dia, merajut cita
Aku dan dia, sama-sama menderita
Aku dan dia, sama-sama mencinta
Let’s run away; name a place, where the air tastes like rain and the sun shines like Sunday morning. You bring your laugh and I’ll bring my sense of humor and we can waste the days, one week after another…..
H: “Kita sudah setengah jalan. Kau sudah membiarkanku menikmati semuanya. Aku sedih, kau menangis. Aku senang, kau tertawa. Bukankah kau juga menikmatinya? Kau sulit untuk ku terka! Sedangkan aku? Aku diciptakan hanya untuk jujur. Tapi…kau tak perlu khawatir, aku rela berkorban untukmu jika itu perlu.”
O: “Maafkan aku. Aku memang tak pernah punya pendirian. Kadang, aku lebih baik hidup sendiri. Aku mulai bosan dengan perjalanan ini. Aku tak mau terus masuk ke dalam, sepertinya ini bukan jalanku, jalanku dengannya berbeda. Tapi, semua sudah terlambat katamu.”
H: “Memang terlambat, tapi lebih baik segera. Jangan terlalu jauh berjalan, semakin jauh akan semakin sulit untukmu pulang.”
O: “Tapi…aku tak terlalu yakin untuk melepasnya. Aku aku…..aku tak tahu.”
H: “Pertimbangkanlah ucapanku ini. Kau penuh strategi, aku penuh perasaan. Kau terlalu sering memilah apa yang harus kau rasa, sedangkan aku tak membutuhkannya, ketika kau merasakan sesuatu, pada saat yang sama aku pun merasakannya. Mengapa kita tak sejalan? Karena kita tak pernah berbicara. Kau asik dengan duniamu, sedangkan aku, kau biarkan aku untuk merasakan sesuatu yang bukan aku. Dengan begitu, sama saja kau membiarkan aku untuk jatuh sakit dan kau berpura-pura tak merasakannya. Aku menderita, sendirian. Kau tak perlu takut dengan apapun yang akan ku rasa. Rasa hanya sebentar, kau yang sering membuatnya singkat atau bahkan terlalu lama. Tapi kembali lagi, itu semua pilihanmu. Bukan aku, bukan siapapun.”
O: “Aku….aku….hanya ingin mencintainya dengan apa adanya seperti kau mencintainya. Aku lelah berpikir.”
In life, we do things. Some we wish we had never done, and some we wish we could replay a million times, but they make us who we are and in the end, they shape and detail us. If we were to reserve them, we wouldn’t be the person we are today. So just live. Make mistakes and have wonderful memories. But never second guess who you are, where you’ve been and most importantly, where you’re going!
We are just afraid period. Our fear is free floating.
We are afraid this isn’t the right relationship or we’re afraid it is.
We are afraid they won’t like us or we’re afraid they will.
We are afraid of failure or we’re afraid of success.
We are afraid of dying young and afraid of growing old.
We are more afraid of life than death.
“I have tattoos, so I’m a trouble maker. I have curves, so I’m fat. If I wear makeup, I’m fake. If I say what I think, I’m a bitch. If I cry some times, I’m a drama queen. If I have guy friends, I’m a slut. If I stand up for myself, I’m mouthy. Seems like you can’t do anything nowadays without being labeled. So what, go ahead and label me, see if I give a shit.”



